4+

Image: Combiphar

Tanggal 20 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia. Osteoporosis adalah kondisi pengeroposan yang membuat tulang menjadi tipis, berongga, rapuh, dan rentan untuk mengalami patah tulang. Sebelum menjadi osteoporosis, sebetulnya tulang akan mengalami osteopenia terlebih dahulu, yaitu penurunan kepadatan tulang di bawah batas normal. Faktanya, wanita 4 kali lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan pria terutama setelah menopause karena berkurangnya hormon estrogen. Jadi dear, kalian harus waspada ya!

Penelitian dari International Osteoporosis Foundation mengungkapkan bahwa 1 dari 4 wanita di Indonesia berusia 50-80 tahun berisiko terkena osteoporosis. Sementara itu, Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) memperkirakan bila 90% wanita Indonesia mengalami osteopenia. 

Bahayanya, osteoporosis merupakan silent disease yang seringkali tidak menimbulkan gejala dan baru disadari oleh penderitanya ketika terjadi patah tulang pertama. Osteoporosis rawan dan kerap terjadi pada tulang belakang, panggul, dan pergelangan tangan. Salah satu gejala yang dapat terlihat adalah perubahan postur tubuh menjadi bungkuk. Gejala lainnya dapat berupa nyeri punggung berkepanjangan dan penurunan tinggi badan.

Banyak sekali yang berpikir bahwa osteoporosis ini tidak dapat dihindari karena dianggap bagian dari proses penuaan, padahal nyatanya tidak seperti itu! Osteoporosis dapat dicegah untuk memperlambat perkembangannya dan menurunkan risiko patah tulang berikutnya. Pencegahan terbaik harus dimulai sedini mungkin untuk memaksimalkan puncak massa tulang pada usia 20-30 tahun.
So dear, inilah 5 tips yang dapat kamu lakukan untuk mencegah osteoporosis agar kamu bisa tetap aktif bergerak hingga hari tua nanti :

  1. Olahraga Secara Teratur
Image: Combiphar

Melakukan olahraga secara teratur dapat merangsang pembentukan sel-sel tulang baru, membuat tulang lebih kuat, dan menjaga tulang kamu untuk tetap fleksibel. Perlu kamu ingat bahwa segala sesuatu yang jarang atau hampir tidak pernah dipakai akan mengalami pengkaratan, begitu pun dengan tulang. Oleh karena itu, berikanlah tulang kamu aktivitas fisik sehingga tetap terjaga fleksibilitasnya. Olahraga sebaiknya dilakukan minimal 30 menit sehari sebanyak 5 kali dalam seminggu. Olahraga yang disarankan untuk pencegahan osteoporosis adalah latihan kekuatan, latihan beban, dan latihan keseimbangan.

  1. Istirahat yang Cukup
Image: Freepik

Sebuah studi terhadap 11.084 wanita menopause sehat yang diterbitkan dalam “Journal of Bone Mineral & Research” tahun 2019 menemukan bahwa wanita yang tidur kurang dari 5 jam setiap harinya memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dan resiko osteoporosis yang lebih tinggi secara signifikan bila dibandingkan dengan wanita yang tidur 7 jam sehari.

  1. Konsumsi Makanan Tinggi Kalsium
Image: Combiphar

Pastinya kamu sudah tahu kan, bahwa kalsium itu dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi sehingga dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Tak heran, 99% kalsium pada tubuh kita terdapat pada tulang dan gigi. Untuk mendapatkan asupan kalsium yang tinggi, kamu dapat mengonsumsi makanan berikut : susu, keju, yoghurt, kacang-kacangan, brokoli, ikan teri, sarden, dan salmon.

  1. Berjemur di Bawah Sinar Matahari
Image: Combiphar

Kalsium saja tidak cukup, diperlukan juga vitamin D untuk membantu proses penyerapan kalsium dalam tulang. Vitamin D adalah satu-satunya vitamin yang dapat diproduksi oleh tubuh kita sendiri dengan bantuan sinar matahari. Lalu, kapankah waktu berjemur terbaik? Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit & Kelamin Indonesia (PERDOSKI) merekomendasikan waktu berjemur pada sekitar pukul 09.00 pagi dengan durasi maksimal 15 menit. Hindari paparan sinar matahari pada pukul 10.00 – 14.00 serta jemurlah kedua lengan dan bagian tungkai kaki saja.

  1. Lengkapi dengan Suplemen Seperti Osteopor
Image: Combiphar

Meskipun Indonesia adalah negara tropis dengan sinar matahari yang melimpah, namun penelitian yang dipublikasikan dalam “European Journal of Clinical Nutrition” tahun 2008 menunjukkan bahwa prevalensi insufisiensi vitamin D pada pada wanita usia 18-40 tahun di Jakarta mencapai angka 63%. Wanita yang berhijab, bekerja di dalam ruangan, dan gemuk memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami defisiensi vitamin D. Hal serupa terjadi untuk kalsium di mana Indonesia termasuk negara dengan tingkat asupan kalsium yang rendah. Melansir data dari International Osteoporosis Foundation, rata-rata asupan kalsium orang Indonesia hanyalah 342 mg/hari. Angka ini masih jauh dari AKG kalsium yang direkomendasikan sebesar 1100 mg/hari untuk dewasa. Di sinilah peran dari suplemen seperti Osteopor dibutuhkan untuk membantu mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D harian.

Berbeda dengan mayoritas suplemen yang mengandung kalsium dalam bentuk kalsium karbonat, Osteopor mengandung kalsium fosfat. Kalsium fosfat adalah bentuk kalsium yang juga terdapat pada susu sapi dan tak hanya menjadi sumber kalsium namun juga fosfor – 2 elemen utama pembentuk tulang. Kalsium fosfat lebih ramah di pencernaan dibandingkan kalsium karbonat.

Selain kalsium, fosfor, dan vitamin D, Osteopor juga diperkaya dengan magnesium, zinc, dan isoflavone yang juga berperan dalam mempertahankan massa tulang. Semuanya ini dikemas dalam format kapsul dengan dosis praktis, cukup 1 kapsul sehari setelah makan atau sesuai anjuran dokter. Nah, tahukah dear? Selain dibutuhkan untuk kesehatan tulang, kecukupan magnesium, zinc, dan vitamin D juga penting untuk fungsi imunitas tubuh yang optimal. Karena itu cukup dengan 1 suplemen Osteopor, kamu bisa membantu memelihara kesehatan tulang sekaligus menjaga daya tahan tubuh. 

Kamu bisa menemukan Osteopor dengan mudah, klik link nya untuk Combiphar Official Store di Shopee http://bit.ly/Osteopor_Shopee dan Tokopedia http://bit.ly/Osteopor_Tokopedia . Selain itu, dapatkan voucher senilai Rp. 25.000 di Combiphar Official Store @ Shopee. Caranya gampang banget! Langsung registrasi sekarang di https://healthylifestyle.cosmopolitan.co.id/register/

Yuk, tunggu apalagi? Cegah osteoporosis dari sekarang!

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

TENTANG KAMI

Combiphar berdiri sejak 1971 diawali dengan industri rumahan di Bandung. Combiphar memproduksi obat-obat antibiotika, analgesika dan obat batuk hitam. Selain pengobatan kuratif, Combiphar berfokus pada pengembangan pengobatan kesehatan preventif.

Hubungi Kami

Senin – Jumat: 08:00 – 17:00
0800-1-800088 (Bebas Pulsa)
0818 06 800088 (sms & whatsapp)
icon@CombiCareCenter
icon 51F0B55B / COMBICC